Thursday, May 29, 2008

MEMPERINGATI HARI BUMI 2008; Lestarikan Lingkungan, Amal Jariyah

12/04/2008 11:45:15 DEPOK (KR) - Masalah lingkungan sangat kompleks dan sekarang ini dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan tidak sekadar sampah, tetapi menyangkut segala aspek kehidupan ke depan.

Hutan yang rusak telah mengubah ekologi menjadi tidak menentu dan terjadinya pemanasan global sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia. “Dalam melindungi dan melestarikan lingkungan hutan ini, madrasah, pesantren, para kiai, dai sangat berkepentingan karena merupakan salah satu dari amal jariyah seperti yang diajarkan Islam dalam Alquran,” ujar Fachruddin M Mangunjaya dalam diskusi buku ‘Menanam Sebelum Kiamat: Islam, Ekologi dan Gerakan Lingkungan Hidup’, Jumat (11/4).

Diskusi buku yang diterbitkan Yayasan Obor, Conservation International Indonesia dan Islamic College For Advanced Studies (ICAS) dengan pengantar Mantan Menteri KLH Emil Salim tersebut diselenggarakan MP Bookpoint Jl Kaliurang Km 6,3, Nomor 58, Depok, Sleman. Kegiatan ini dalam rangkaian memperingati Hari Bumi 2008. Menurut Fachruddin salah seorang editor buku ini, Islam mengajarkan kepada umatnya apa yang diciptakan oleh Allah SWT di muka bumi ini supaya dipelihara, karena kawasan konservasi itu merupakan salah satu sarana ibadah.

Umat diperintahkan untuk menjaga dan mencegah dari penjarahan hutan, karena kerusakan hutan sangat fatal. “Untuk itu alangkah bijaksananya apabila dalam salat Jumat khotib memberikan ceramah tentang lingkungan, sehingga bisa diagendakan lingkungan masuk masjid. Tidak ada kata terlambat dalam melestarikan dan memelihara lingkungan, sehingga lebih digiatkan lagi salawat lingkungan,” kata Fachruddin M Mangujaya mewakili editor lainnya Husain Heriyanto dan reza Gholami.

Dari sisi yang lebih mulia lagi dalam memelihara dan menanam pohon, bila buah, bunga itu dimakan ulat, burung dan dihisap lebah merupakan dan menjadi amal jariyah bagi yang menanam dan memeliharanya. “Itu semua disebutkan dalam hadits Nabi maupun Alquran,” kata Fachruddin M Mangunjaya lulusan sarjana biologi Universitas Nasional Jakarta ini. (Asp)-n
sumber: Kedaulatan Rakyat